Belajar Sejarah dengan Menyenangkan di Desa Wisata Gamplong

Belajar Sejarah dengan Menyenangkan di Desa Wisata Gamplong

Ada apa saja di Desa Wisata Gamplong? Simak penjelasan, review wisata, dan informasi wisata lainnya, yang bisa jadi referensi ini.

Yogyakarta memang nggak pernah kekurangan tempat untuk berwisata. Selain terkenal dengan pantainya, banyak sekali objek wisata lain yang nggak kalah terkenal dari salah satu daerah istimewa di Indonesia ini. Salah satu tempat tersebut adalah Desa Wisata Gamplong.

Nggak hanya terkenal di kalangan masyarakat sekitar Yogya saja, desa wisata satu ini sudah cukup banyak menyita perhatian masyarakat luas. Kalau datang ke tempat ini di musim liburan, maka nggak usah protes kalau kamu akan melihat lautan manusia di tempat ini.

Keunggulan Destinasi Wisata Gamplong

Sebagai salah satu desa wisata super prioritas dari https://www.kemenparekraf.go.id/, pemerintah daerah dan masyarakat Desa Gamplong terus berusaha untuk memperbaiki lingkungan dan juga obyek wisata yang mereka miliki. Itulah sebabnya tempat ini memiliki banyak keunggulan.

1. Mini Hollywood

Bagi orang yang bekerja di industri perfilman, desa yang juga kerap disebut dengan studio Gamplong ini pasti udah nggak asing lagi. Sejarah Desa Wisata Gamplong bermula ketika tempat ini dijadikan sebagai tempat syuting film.

Film yang mengangkat tempat ini adalah Sultan Agung besutan Hanung Bramantyo. Latar belakang film yang menggambarkan era tahun 1600an tentu membutuhkan perombakan di sana-sini untuk penyesuaian.

Hal tersebut menjadi alasan beberapa tempat dirombak agar menimbulkan kesan era zaman penjajahan kolonial. Setelah selesai syuting, lokasi pengambilan gambar nggak diubah tapi dijadikan sebagai tempat wisata.

Dari sekian banyak setting, lokasi yang paling sering dikunjungi adalah miniatur Keraton Mataram. Bangunan ikonik ini sangat mirip dengan aslinya. Belum lagi dengan Kampung Belanda dan tiruan kali Ciliwung.

Dengan banyaknya tempat unik tersebut membuat tempat ini sangat instagramable. Semua orang pasti mengantri untuk bisa mendapatkan paling tidak satu foto di tiap lokasi.

2. Museum Bumi Manusia

Selain film Sultan Agung, film lain yang ikut mendongkrak eksistensi studio alam ini adalah film Bumi Manusia. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama besutan Pramoedya Ananta Toer ini juga mengambil latar belakang zaman penjajahan.

Dari sekian banyak set, rumah Nyai Ontosoroh dan Annelies Mellema menjadi tempat yang sangat ikonik sehingga dijadikan sebagai museum. Dengan melihat set dari salah satu tempat wisata Sleman ini, para penggemar buku Pram akan dibangkitkan imajinasinya dan ingatan yang melekat ketika membaca novel legendaris tersebut.

Karena pada dasarnya bangunan museum ini adalah set buatan, maka kondisinya berbeda dengan bangunan museum pada umumnya. Maka ada pembatasan jumlah pengunjung yang bisa masuk ke tempat ini.

Hanya ada 10 pengunjung yang boleh masuk dan melihat-lihat set yang dibuat semirip mungkin dengan gambaran dalam novel. Setiap kelompok pengunjung pun dikenakan batasan waktu, yaitu hanya sekitar 30 menit saja.

3. Pusat Kerajinan Tenun

Selain terkenal sebagai set film, tempat ini juga terkenal sebagai penghasil kain tenun yang indah. Banyak berdiri sentra produksi tenun yang masih dikerjakan secara manual. Bahkan industri yang berdiri di desa di wilayah Sumber Rahayu ini sudah berdiri sejak 1950an.

Walaupun terkenal sebagai penghasil tenun asli buatan tangan, tapi desa ini nggak bisa sepenuhnya melawan perkembangan zaman. Akhirnya di beberapa sisi pun digunakan modernisasi guna mempermudah proses produksi.

Di tempat ini, kamu bisa belajar cara menenun sekaligus membeli kain tenun hasil karya pengrajin lokal. Harganya pun cukup terjangkau. Kalau ingin belajar secara intens, rumah-rumah penduduk terbuka untuk dijadikan sebagai tempat menginap.

4. Sumber Air yang Melimpah

Berbeda dengan daerah lain di Sleman yang kerap kekurangan air. di desa ini kamu bisa dengan mudah mendapatkan sumber air bersih. Hal ini dikarenakan posisi geografis desa. Jika dilihat, posisinya yang cukup dekat dengan Gunung Merapi yang menghasilkan material vulkanik, membuat air tanah mudah keluar.

Belum lagi jika curah hujan sedang tinggi. Tanah di tempat ini akan menyerap air tersebut dengan baik dan menjadikannya cadangan air yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Nggak perlu jauh-jauh ke Hollywood kalau kamu pengin merasakan tempat setting film legendaris. Desa Wisata Gamplong menyediakan semua yang kamu butuhkan. Jadi kapan nih kamu mau ke mari?